Tuesday, April 12, 2016

Mengintip Peluang Usaha Perlengkapan Bayi

Saat anda di terpa kebingungan untuk memilih bisnis dengan minim budget dan bisnis yang tidak ada matinya, mungkin peluang usaha perlengkapan bayi bisa menjadi jawabannya. Bisnis perlengkapan bayi masih sangat berpotensi jika sedikit menoleh ke masyarakat Indonesia yang menjadi negara dengan populasi penduduk tertinggi ke 4 di dunia, dan angka kelahiran di Indonesia sendiri cukup tinggi per tahunnya menyentuh angka sekitar 4 juta bayi dilahirkan di Indonesia.

toko perlengkapan bayi


Dengan angka kelahiran yang tinggi, lantas perlengkapan bayi menjadi sangat berpotensi untuk dijadikan peluang usaha, selain itu usaha perlengkapan bayi sifat nya tidak musiman seperti usaha jas hujan, cokelat valentine, dll. dan terus meningkat seiring berjalannya waktu. Karena kelahiran bayi tidak mengenal waktu, musim, dan trend terkini.

Jika anda teliti dan memiliki keberanian mengambil resiko sebenarnya dengan penjabaran diatas sudah dapat menyimpulkan betapa berpotensinya peluang usaha perlengkapan bayi, jika anda bingung memulai usaha dari mana? simak ulasannnya berikut ini:

1. Memiliki Modal
Memang dalam memulai bisnis anda diharuskan memiliki modal untuk membiayai biaya operasi dan pelaksanaan penjualan, Dengan memiliki modal sekitar 15-50 Juta rupiah anda dapat  gunakan untuk kulak berbagai produk perlengkapan bayi. 

2. Memiliki Tempat/Menyewa
Jika anda memiliki lahan atau tempat, anda dapat menggunakannya tanpa harus mengeluarkan biaya lebih, jika anda tidak memiliki tempat untuk membuat sebuah toko perlengkapan bayi anda dapat menyewa sebuah ruko atau kios untuk memulai usaha perlengkapan bayi, atau anda yang memiliki budget minim anda juga dapat membuat sebuah website online yang dan menjualnya melalui online.

3. Cari Distributor Perlengkapan Bayi Yang Berkualitas
Penting untuk anda memilih distributor yang profesional dan memiliki kualitas produk tersebut, Anda perlu meneliti kualitas produk tersebut dengan teliti, sebab nantinya produk yang anda jual akan di gunakan oleh bayi. Namun tak dapat dipungkiri jika produk yang berkualitas memiliki nilai harga yang lebih tinggi dari barang yang kualitasnya dibawah. Untuk rujukan pertama silahkan pilih produk yang memiliki kualitas tinggi dan harga yang bersaing. Salah satu situs yang menjual perlengkapan bayi secara grosir adalah http://www.tokobayigrosir.com/

4. Merekrut karyawan
Untuk memulai usaha perlengkapan bayi sepertinya tidak perlu merekrut karyawan, cobalah anda pasarkan dan jual dengan sendiri. Jika kemudian omset meningkat dan pesanan sudah tidak terlayani sebaiknya anda hitung dan kemudian merekrut karyawan. Penting untuk anda, ubahlah mindset untuk merekrut karyawan. Saat anda menggaji karyawan, pikirkan jika karyawan yang membuat uangnya sendiri, dan tempatkan kita sebagai penyalur bukan penggaji agar kita merasa tidak rugi dan tidak mudah terpancing emosi saat karyawan melakukan kesalahan.

5. Lengkapi sedikit demi sedikit produk anda
Tak dapat dipungkiri, jika memiliki toko yang komplit membuat calon konsumen tidak perlu pusing mencari barang yang dicarinya jika barang tersebut ada di toko anda. Tidak perlu langsung jadi secara bertahap menambahkan barang baru. Intinya lakukan dengan konsisten, itu kuncinya.

6. Berikan Pelayanan Yang Bersahabat
Konsumen usaha perlengkapan bayi di dominasi oleh ibu-ibu yang sudah memiliki anak dan belum, biasanya pelayanan yang kurang ramah dan kurangnya kejelasan membuat pengunjung toko anda akan merasa tidak puas, dan tidak akan kembali pada toko anda. Terlebih, Orang yang merasa tidak puas akan memberikan statement toko anda pada orang lain, karena pelayanan yang baik dan harga yang bersahabat tentu membuat konsumen bercerita kepada orang lain dengan memuji toko anda dan timbul dari mulut ke mulut bahwa Brand toko anda mulai terkenal. Jadi berikan layanan yang terbaik untuk pengunjung anda.


Jadi tunggu apalagi untuk memulai Peluang usaha perlengkapan bayi? mulai lah setahap demi setahap, lakukan dengan konsisten dan ciptakan inovasi terbaru. Semoga Bermanfaat.

No comments:

Post a Comment